Tindak Lanjut Serah Terima SIT Ikhtiar MWA Unhas Terima Perwakilan Yayasan Ikhtiar Komplek Unhas Baraya








Menyusul serah terima pengelolaan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Ikhtiar di Baraya kepada Unhas, MWA menggelar pertemuan pada hari Selasa, 5 Maret 2024 di Lantai 4 Gedung Rektorat Unhas.
Rapat ini diikuti oleh Pengurus Yayasan Ikhtiar Komplek Unhas Baraya yang dikomandoi oleh Prof. Drs. Sadly AD, MPA., Direktur SIT Ikhtiar, Direktur Technopark Unhas mewakili DIrektur PUPA Unhas. Selain itu hadir dalam pertemuan ini adalah pimpinan anggota MWA Unhas, Prof. Andi Alimuddin Unde, Prof. Muh. Arsyad Thaha, Prof. Andi Niartiningsih, Prof. Asmuddin Natsir, Prof. Kartini, Prof. Andi Zulkifli, Prof. Hasanuddin Thahir, Dr. Jumiaty, dan Fadly M.Si.
Alasan menggelar rapat ini adalah untuk menyamakan persepsi terkait status SIT Ikhtiar pasca penyerahannya ke Unhas. Dalam kesempatan ini perwakilan Yayasan Ikhtiar Komplek Unhas Baraya, Prof. Sadly menegaskan bahwa sejak pertengahan tahun 2023, pengelolaan SIT sudah diserahkan kepada Unhas, “Dengan penyerahan ini, maka hak atas pengelolaan SIT sudah beralih ke Unhas. Hal yang mendasari pengalihan ini adalah untuk menghindari masalah legal yang mungkin muncul di kemudian hari”.
Selanjutnya dijelaskan oleh Direktur STP Unhas yang hadir mewakili Direktur PUPA, Dr. Fauzi R. Rahim, SE., MS. bahwa sebagai tindak lanjut penyerahan tersebut, Unhas membentuk Yayasan yang diberi nama Yayasan Metavisi Akademika Nusantata (MAN) untuk mengelola SIT Ikhtiar. “Bentuk Pendidikan pada SIT berada pada level PAUD, SD, dan SMP. Adapun tingkat SMA, rencananya akan dikembangkan tahun ini. Diharapkan dukungan semua pihak termasuk MWA terkait kebijakan pengembangan ini”, jelasnya.
Wakil Ketua MWA Unhas, Prof. Muh. Arsyad Thaha menyampaikan apresiasinya kepada komitmen pihak Yayasan Ikhtiar yang menyerahkan SIT kepada Unhas. Hal ini didukung oleh Ketua MWA Unhas, Prof. Andi Alimuddin Unde, “Prospek SIT ini kedepannya sangat besar, diharapkan pihak Yayasan Unhas yang baru dapat menyusun profile Yayasan dan rencana pengembangan SIT sehingga MWA dapat memberikan pertimbangan terkait rencana tersebut”, jelasnya. “Pengembangan SIT di Baraya sebaiknya tidak sampai mengganggu master plan yang telah disusun sebelumnya”, tutup Prof. Andi Alimuddin Unde.