PENINJAUAN ASET PENDUKUNG PEMBELAJARAN PADA KAMPUS VOKASI DI DAERAH: BENTUK PERHATIAN MAJELIS WALI AMANAT TERHADAP PENGELOLAAN NON-AKADEMIK UNIVERSITAS HASANUDDIN.



Fakultas Vokasi Unhas merupakan salah satu fakultas yang dibentuk untuk mengintegrasikan pengelolaan beberapa program studi sarjana terapan (D-IV) di Unhas. Pembentukan program studi sarajana terapan merupakan salah satu arahan dari kebijakan Kemendikbud Ristek Dikti untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang terampil dan mampu bersaing di dunia kerja. Di Unhas sendiri pendidikan vokasi telah mulai didirikan sejak lima tahun terakhir. Sebagian besar Pendidikan vokasi merupakan program kerjasama dengan pemerintah daerah seperti Pemda Kabupaten Barru, Kabupaten Selayar dan termasuk Pemda Kabupaten Soppeng. Dukungan Pemda pada dasarnya berupa sarana dan prasarana pendukung pembelajaran baik dalam bentuk hibah maupun fasilitas yang digunakan bersama Unhas. Dengan demikian di setiap daerah yang bekerjasama untuk program vokasi ini, terdapat Kampus Unhas. Sebagai Pendidikan terapan, maka Fakultas Vokasi lebih menitikberatkan pembelajaran pada kegiatan praktek. Dengan demikian kecukupan dan kualitas fasilitas sarana dan prasarana menjadi aspek penting untuk pengelolaan program studi ini.
Salah satu amanat Statuta Universitas Hasanuddin kepada Majelis Wali Amanat yang merupakan perangkat utama Perguruan Tinggi Berbadan Hukum adalah melakukan pengawasan terutama pada bidang non-akademik Unhas. Pengawasan MWA utamanya dilakukan salah satunya pada pengelolaan sarana dan pra-sarana pendukung kegiatan akademik. Walaupun bidang pengawasan MWA lebih pada bidang non-akademik, namun kegiatan akademik tidak dapat berjalan dengan baik jika tidak didukung oleh sarana dan prasarana yang baik. Dengan demikian, perlu dilakukan pemantauan pada kapasitas, ketercukupan dan kelayakan dari sarana pendukung pembelajaran pada unit-unit pengelola pembelajaran termasuk yang berada di bawah pengelolaan Fakultas Vokasi Unhas khususnya di Kabupaten Soppeng. Dengan dilakukannya kunjungan lapang ke Kampus vokasi di daerah-daerah, diharapkan MWA Unhas mendapatkan gambaran tentang kinerja setiap unit program studi sebagai baseline dalam melakukan tupoksi pengawasan untuk membantu Unhas dalam melaksanakan pembelajaran yang berkualitas. Kunjungan lapang ke lokasi kampus vokasi Unhas oleh MWA bertujuan untuk mendapatkan informasi dan gambaran tentang pengelolaan sarana Fakultas Vokasi Unhas baik dari aspek kecukupan maupun kualitas sebagai upaya pengawasan terhadap kinerja Unhas.
Kunjungan lapangan untuk meninjau sarana Fakultas Vokasi Unhas dilaksanakan pada beberapa sesi, kunjungan ke Kampus Vokasi di Kabupaten Barru dan Sidrap pada tanggal 4-5 November 2023 dan Kampus Vokasi Soppeng pada tanggal 29-30 November 2023. Kunjungan lapangan pada Fakultas Vokasi diikuti oleh Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris Eksekutif serta anggota MWA. Selain itu kegiatan ini juga diikuti oleh pihak Dekan Fakultas Vokasi dan jajarannya serta ketua Program Studi dan para dosen Prodi terkait.
Kegiatan berlangsung lancar dan terdiri dari sesi peninjauan aset sarana dan prasarana pendukung pembelajaran kegiatan pembelajaran program studi yang dikelola oleh Fakultas Vokasi Unhas. Peninjauan aset dilakukan dengan pertama-tama meninjau ruang kelas saat kuliah berlangsung sehingga didapatkan gambaran riil dari kegiatan belajar mengajar dan interaksi antara mahasiswa dan dosen. Selanjutnya rombongan MWA meninjau fasilitas rumah dinas dosen yang diperuntukkan kepada dosen-dosen vokasi Soppeng dan dosen tamu saat mengajar.
Setelah peninjauan aset kampus vokasi, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi dan diskusi dengan pihak Pemkab dan Fakultas Vokasi. Diskusi terkait dengan isu-isu kondisi aset dan pengembangannya ke depan.
Ketua MWA dalam kesempatannya menyampaikan agar sinergitas yang terjadi antara Pemkab dan Unhas dapat senantiasa dijaga dan dikembangkan. Salah satunya dengan pemanfaatan kampus vokasi sebagai tempat program peningkatan kapasitas SDM bagi instansi yang berada di Kabupaten. Selain itu juga perlu dilakukan pemeliharaan dan peningkatan sarana dan prasarana perkuliahan seperti ruang kelas yang cukup guna mengantisipasi pertambahan jumlah mahasiswa dari penerimaan berikutnya, imbuh Prof. Andi Alimuddin Unde.