MWA Unhas Perkuat Kolaborasi dan Advokasi Kebijakan Strategis dalam Forum MWA PTNBH 2025 di Semarang







Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Hasanuddin turut ambil bagian dalam Silaturahim dan Rapat Kerja Forum Majelis Wali Amanat Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) yang diselenggarakan di Semarang, dengan MWA Universitas Diponegoro (Undip) sebagai tuan rumah.
Kegiatan ini mempertemukan pimpinan MWA dari seluruh PTNBH di Indonesia untuk membahas isu-isu strategis seputar tata kelola, penguatan otonomi, pengelolaan aset dan keuangan, pengembangan dana abadi, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan industri.
Delegasi MWA Unhas dipimpin oleh Prof. Dr. Andi Alimuddin Unde, M.Si (Ketua MWA), bersama jajaran pimpinan lainnya, termasuk Prof. Dr. Ir. Muh. Arsyad Thaha, MT., Prof. Dr. Ir. Asmuddin Natsir, M.Sc., Prof. Dr. Kartini, SE., M.Si., Ak., CA., serta beberapa anggota dan staf sekretariat MWA Unhas.
Dalam sesi pleno dan diskusi kelompok, para peserta Forum MWA PTNBH membahas berbagai tantangan strategis yang dihadapi perguruan tinggi, antara lain upaya optimalisasi aset dan keuangan yang masih terhambat oleh status kepemilikan aset negara sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara fleksibel; ketimpangan distribusi dana abadi LPDP yang mendorong usulan pemanfaatannya sebagai matching fund untuk mendukung program-program PTNBH; krisis SDM dosen akibat menurunnya jumlah ASN karena pensiun tanpa diimbangi rekrutmen baru, sehingga diperlukan regulasi pembiayaan yang lebih adaptif bagi dosen non-ASN; serta kemitraan dengan pemerintah daerah yang masih menghadapi kendala politik dan fiskal, meskipun diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata melalui hibah, beasiswa, dan pembangunan infrastruktur penunjang.
Pada kesempatan ini, Menteri Dikti Ristek Saintek, Prof. Brian Yuliarto, yang bertindak sebagai Keynote Speaker menekankan bahwa PTNBH harus menjadi lokomotif perubahan menuju Indonesia sebagai negara berpenghasilan tinggi, dengan penguatan ekosistem riset dan inovasi. Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu mendorong PTNBH untuk melakukan creative funding dan menyatakan bahwa surplus pendapatan bisnis PTNBH tidak akan dikenakan pajak selama digunakan untuk kegiatan Tridarma.
Keikutsertaan MWA Unhas dalam forum ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Unhas sebagai perguruan tinggi dengan tata kelola unggul dan jejaring nasional yang luas. Forum ini juga menjadi ruang advokasi penting untuk menyuarakan kepentingan institusi, memperluas kolaborasi antar universitas, dan mengakses langsung arah kebijakan pendidikan tinggi nasional.
Prof. Andi Alimuddin Unde menegaskan bahwa “Unhas akan terus terlibat aktif dalam forum-forum nasional semacam ini sebagai bagian dari komitmen untuk membangun tata kelola yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada kemajuan bangsa.”
Pertemuan diakhiri dengan penetapan rencana tindak lanjut dan serah terima kepemimpinan Forum MWA PTNBH. Diharapkan, seluruh rekomendasi yang dihasilkan dapat ditindaklanjuti oleh masing-masing institusi dan kementerian terkait guna mendukung transformasi pendidikan tinggi Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.