Dorong Pendidikan Spesialis Berbasis Keunggulan Riset, MWA Setujui Prodi Sp-2 Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (DVE)












Makassar, 23 Februari 2026 – Majelis Wali Amanat Universitas Hasanuddin (MWA) menyetujui pembukaan Program Studi Subspesialis (Sp-2) Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (DVE) pada Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Persetujuan tersebut diberikan dalam Rapat MWA yang digelar di Ruang Rapat A Lantai 4 Gedung Rektorat Unhas, Senin (23/2).
Rapat dipimpin oleh Ketua MWA dan dihadiri para anggota MWA serta Tim Task Force (TF) Prodi Subspesialis DVE FK Unhas. Pembahasan difokuskan pada aspek nonakademik sesuai kewenangan MWA, meliputi kesiapan sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana, pembiayaan, tata kelola, serta keberlanjutan program.
Dalam pengantarnya, Ketua MWA, Prof. Andi Alimuddin Unde menegaskan bahwa pembukaan program studi baru harus memenuhi prinsip tata kelola yang baik dan berkelanjutan. MWA memberikan perhatian khusus terhadap proyeksi keuangan, analisis cash flow lima tahun, serta strategi agar program studi dapat mandiri dalam waktu maksimal dua tahun tanpa membebani universitas.
Program Subspesialis DVE ini dinilai strategis dan relevan dengan kebutuhan nasional dalam percepatan pemenuhan dokter spesialis dan subspesialis. Selain itu, bidang dermatologi dan estetika dipandang memiliki prospek yang besar, baik dari sisi pelayanan kesehatan maupun potensi pengembangan layanan unggulan berbasis riset dan inovasi.
MWA juga mendorong agar Prodi Sp-2 DVE memiliki diferensiasi dan keunggulan kompetitif yang jelas dibandingkan program sejenis di perguruan tinggi lain, termasuk penguatan pada bidang fitofarmaka dan pengembangan herbal medicine sebagai kekhasan Unhas. Aspek benchmarking, jejaring nasional dan internasional, serta peluang pengembangan centre of excellence turut menjadi perhatian dalam pembahasan.
Dari sisi tata kelola, MWA menekankan pentingnya penyusunan proyeksi pendanaan berbasis UKT dan IPI yang realistis, analisis sensitivitas terhadap fluktuasi jumlah mahasiswa, serta strategi penguatan kemitraan dengan rumah sakit, pemerintah, dan sektor swasta. Selain itu, penguatan komitmen terhadap pencegahan perundungan (bullying) dalam proses pendidikan klinik juga menjadi perhatian bersama.
Dengan pembukaan program ini, Unhas diharapkan semakin memperkuat perannya dalam pengembangan pendidikan dokter spesialis dan subspesialis yang unggul, adaptif, serta berdaya saing nasional dan internasional.
~irs~