Awasi Pengelolaan Non Akademik Unhas, MWA Evaluasi Kinerja Program Studi








Untuk menjalankan fungsi pengawasannya, MWA melalukan evaluasi kinerja program studi dalam lingkup Unhas, dan membahas hasil evaluasi ini dalam rapat MWA bersama Bidang Akademik dan Kemahasiswaan dan beberapa pimpinan fakultas dalam lingkup Unhas, Senin (10/06). Pengawasan ini berdasarkan tupoksi MWA sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 18 Statuta Unhas yakni melaksanakan pengawasan terhadap pengelolaan dan pengendalian umum atas pengelolaan nonakademik Unhas.
Rapat yang dilaksanakan di Ruang Rapat A Lantai 4 Gedung Rektorat ini dipimpin oleh Ketua MWA, Prof. Andi Alimuddin Unde, dan dihadiri oleh Pimpinan dan anggota MWA lainnya, Wakil Ketua I & II MWA, Prof. Muh. Arsyad Thaha dan Prof. Andi Niartiningsih, Sekretaris Eksekutif, Prof. Asmuddin Natsir, Ketua SA, Prof. Bahruddin Thalib, dan para Ketua Komisi MWA, Prof. Andi Zulkifli dan Prof. Hasanuddin Thahir.
Wakil Rektor Bidang Akademik diwakili oleh Direktur Transformasi Pendidikan, Sahriyanti Saad, Ph.D. hadir dalam pertemuan ini bersama beberapa Dekan Fakultas atau yang mewakili Dekan dalam lingkup Unhas. Diantara pimpinan fakultas yang hadir adalah Dekan FEB, Dekan Faperta, Dekan F-MIPA, Dekan FISIPOL, Dekan FIKP, Dekan Fakultas Farmasi, Dekan Fakultas Vokasi, Dekan Fakultas Teknik, dan Dekan Sekolah Pasca Sarjana.
Evaluasi ini dilakukan untuk melihat seberapa besar kinerja program studi dalam kaitannya dengan pengelolaan yang efisiensi dan efektif terutama dari segi anggaran. Indikator yang digunakan adalah berdasarkan data peminat dan jumlah mahasiswa prodi dalam tiga tahun terakhir.
“Dalam OTKnya, MWA memiliki kewenangan dalam membuka, menggabungkan, dan/atau menutup fakultas, sekolah dan program studi sehingga perlu dilakukan evaluasi kinerja prodi di Unhas, baik yang telah disetujui oleh MWA sejak tahun 2017, maupun prodi lain yang sudah berjalan”, jelas Ketua MWA, Prof. Andi Alimuddin Unde. “Aspek yang dievaluasi di MWA adalah terkait pengelolaan dan aspek keuangannya sedangkan aspek akademik merupakan ranah SA,” tambahnya.
Kinerja prodi yang dibahas dalam rapat ini adalah dari pendidikan vokasi, Program Magister dan Program Doktor. “Dari prodi yang telah disetujui pembukaannya oleh MWA, terdapat sebanyak 8 Prodi Vokasi, 21 prodi S2, dan 13 Prodi S3 dan telah menerima mahasiswa dalam tiga tahun terakhir, sehingga jumlah prodi yang dievaluasi total terdapat 70 prodi S2, 30 prodi S3, dan 34 prodi spesialis dan profesi, yang dievaluasi berdasarkan peminat dan jumlah mahasiswanya”, jelas Sekretaris Eksekutif MWA, Prof. Asmuddin Natsir yang dalam kesempatan ini memaparkan hasil evaluasi yang dilakukan MWA.
Beberapa upaya yang didiskusikan untuk meningkatkan jumlah peminat dan mahasiswa khususnya pada program S2 dan S3 diantaranya adalah meningkatkan akreditasi program studi, mencari sumber-sumber beasiswa untuk menarik minat mahasiswa, pengelolaan perkuliahan yang lebih efektif, regulasi yang mendukung program fast track mahasiswa S1, dan peningkatan kapasitas pengelola prodi.