Majelis Wali Amanat Unhas Berikan Persetujuan Pembukaan Program Studi Magister Hubungan Internasional








Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Hasanuddin memberikan persetujuan prinsip terhadap pembukaan Program Studi Magister Hubungan Internasional (S2 HI) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (ISIPOL) Unhas, dalam rapat resmi yang digelar pada Selasa, 11 Maret 2025 bertempat di Ruang Rapat A, Gedung Rektorat Lantai 4.
Rapat yang dipimpin oleh Ketua MWA, Prof. Dr. Andi Alimuddin Unde, M.Si., ini dihadiri oleh jajaran anggota MWA serta Tim Task Force Prodi S2 HI dan pimpinan Fakultas ISIPOL. Agenda utama adalah pemberian pertimbangan terhadap usulan pembukaan prodi baru tersebut, yang telah melalui tahapan pembahasan akademik di tingkat fakultas dan Senat Akademik Universitas.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K) menyampaikan bahwa prodi ini telah melalui tahapan evaluasi akademik dan dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan Unhas sebagai universitas berbasis kepulauan, dengan fokus pada isu diplomasi maritim, globalisasi, dan otonomi daerah.
Dekan Fakultas ISIPOL, Prof. Dr. Phil Sukri, menambahkan bahwa prodi ini menjadi terobosan strategis, mengingat belum adanya Program Magister Hubungan Internasional di Kawasan Indonesia Timur (Kawasan Intim). Hal ini membuka peluang besar bagi alumni S1 HI di wilayah tersebut untuk melanjutkan studi tanpa harus berpindah ke Pulau Jawa.
Dalam paparannya, Ketua Tim Task Force, Prof. Darwis, menekankan keunikan kurikulum berbasis diplomasi maritim yang relevan dengan visi Unhas sebagai universitas maritim. Diharapkan, dengan penyesuaian strategi promosi dan pengelolaan yang baik, prodi ini dapat mencapai kemandirian finansial dan menjadi ikon baru di lingkungan ISIPOL.
Dengan disetujuinya pembukaan Prodi S2 Hubungan Internasional ini, Unhas semakin menegaskan perannya dalam memperluas akses pendidikan pascasarjana berkualitas di Kawasan Timur Indonesia, serta memperkuat kontribusinya dalam pembangunan SDM di bidang hubungan internasional dan diplomasi maritim.