19 PTN BH Silaturahmi Bahas RPP Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi

















MWA Unhas mengambil tempat pada pertemuan Forum MWA PTNBH yang diselenggarakan Selasa sampai dengan Rabu, 30 April-1 Mei 2024 di JW Mariot Hotel, Surabaya. Kegiatan silaturahmi ini merupakan agenda tetap dari Forum Komunikasi MWA PTN BH se-Indonesia dan dihadiri baik oleh PTN yang pertama kali berubah status menjadi PTN BH maupun PTN yang ditetapkan belum lama ini.
Menjadi tuan rumah pada pertemuan yang juga merupakan momen silaturahmi dari seluruh MWA di Indonesia ini adalah MWA Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Dalam pertemuan ini dilakukan serah terima Ketua Forum MWA periode 2023-2024 dari Ketua MWA Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Ir. Yani Panigoro, kepada Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA., Ketua MWA ITS sebagai Ketua Forum MWA PTNBH yang baru untuk masa kepengurusan 2024-2025. Pada kesempatan ini juga dipilih Wakil Ketua Forum MWA, yang secara aklamasi menunjuk Ketua MWA Universitas Dipanigoro (Undip), Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak.
MWA Unhas yang berkesempatan hadir pada pertemuan ini adalah Ketua MWA, Prof. Andi Alimuddin Unde, Wakil Ketua I, Prof. Muh. Arsyad, Wakil Ketua II, Prof. Andi Niartiningsih, Sekretaris Eksekutif, Prof. Asmuddin, Ketua Komisi I, Prof. Andi Zulkifli, didampingi sekretariat, Dr. Ifayanti Ridwan Saleh dan Drs. Muh. Ikhlas.
Ketua Forum MWA yang baru, Prof. Muhammad Nuh, menyampaikan sambutannya dengan memotivasi seluruh PTN BH untuk melaksanakan penyelenggaraan institusi yang mandiri dan akuntabel. “Setelah berjalan beberapa waktu lamanya, MWA PTNBH dituntut untuk lebih dewasa yang implikasinya dicerminkan dari kemampuan untuk memikirkan solusi dan menyelesaikan masalah institusi dengan mandiri. Semua persoalan sebaiknya diselesaikan internal dengan rasionalitas yang kuat berbasis problem solving”, jelas Prof. Nuh yang dahulu menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. “MWA juga diharapkan dapat berperan dalam memberi guidance serta mampu mengantisipasi masalah PT kedepan”, tambahnya.
Selain serah terima kepemimpinan Forum MWA yang baru, beberapa kesimpulan dari kelompok kerja Forum MWA juga dipresentasekan pada pertemuan ini. Kesimpulan ini adalah hasil dari pembahasan yang dilakukan oleh pokja terkait beberapa aspek. Topik yang disampaikan adalah penguatan kelembagaan (Pokja: IPB, UT, UNESA, UNY, dan Unhas), Dana Lestari (Pokja UGM, UNDIP, Unand, UM, dan UNPAD), SDM (Pokja: UI, ITB, USK, UNNES, dan UPI). Salah satu aspek yakni kapasitas dan kapabilitas yang dikoordinir oleh kelompok kerja dari UNAIR, ITS, USU, UNP dan UB belum sempat disampaikan dalam kesempatan ini.
Pertemuan ini juga membahas tentang perkembangan RPP penyelenggaraan Pendidikan tinggi yang baru. Setelah melalui sosialisasi dan pemberian tanggapan dari seluruh PTN BH, draft RPP yang terakhir dibahas pada tanggal 23 April 2024 ini akhirnya mengakomodasi beberapa masukan PTNBH termasuk Forum MWA PTNBH meski masih terdapat beberapa pasal yang tetap dipertahankan oleh Kementerian.
“Beberapa pasal kebijakan yang dituangkan dalam draft RPP Dikti yang baru ini sebaiknya ada kajian akademiknya dulu sebelum diubah, selain itu pemerintah semestinya mempertimbangkan capaian yang sudah ada yaitu masuknya 9 PTNBH dalam ranking 500 World Class University yang tata kelolanya diatur dengan aturan yang berlaku saat ini”, jelas Prof. Andi Alimuddin Unde.