














Makassar, 4 Agustus 2026 — Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar rapat di Ruang Rapat A Lantai 4 Gedung Rektorat Unhas pada Selasa (4/8) untuk membahas pemberian pertimbangan pembukaan Program Studi Subspesialis (Sp-2) Neonatologi pada Fakultas Kedokteran Unhas.
Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Eksekutif MWA ini dihadiri oleh unsur pimpinan MWA, pimpinan universitas, serta tim task force pengusul Program Studi Sp-2 Neonatologi. Agenda utama rapat difokuskan pada evaluasi kelayakan pembukaan program studi dari aspek keberlanjutan, sumber daya manusia (SDM), serta kesiapan sarana dan prasarana.
Dalam pembahasan, Ketua MWA menekankan pentingnya memastikan keberlanjutan program studi, termasuk kesiapan SDM pendukung, kecukupan pendanaan, serta dukungan teknologi alat kesehatan. Selain itu, MWA juga mendorong agar program studi tidak hanya bergantung pada sumber pendanaan dari Uang Kuliah Tunggal (UKT), melainkan mampu mengembangkan sumber pendanaan alternatif melalui kolaborasi riset dan kemitraan strategis.
“Keberlanjutan dan kemandirian program studi menjadi faktor penting. Prodi yang dibuka diharapkan mampu menghadirkan inovasi serta memiliki daya saing, terutama di tengah meningkatnya jumlah program serupa di perguruan tinggi lain,” ungkap pimpinan rapat dalam diskusi.
Dari sisi akademik, proses pengusulan Program Studi Sp-2 Neonatologi telah melalui tahapan panjang, mulai dari pembahasan di unit, Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP), hingga Senat Akademik sebelum diajukan ke MWA. Program ini juga dinilai strategis dalam mendukung penguatan layanan kesehatan anak, khususnya pada bidang neonatal yang masih memiliki keterbatasan tenaga subspesialis di Indonesia.
Tim task force Fakultas Kedokteran Unhas memaparkan bahwa kebutuhan layanan neonatal di Indonesia terus meningkat, ditandai dengan tingginya kasus kesehatan neonatal serta belum meratanya distribusi layanan subspesialis di luar Pulau Jawa. Program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan tersebut sekaligus menjadi pusat pengembangan keilmuan, termasuk melalui riset unggulan seperti neonatal microbiome.
MWA Unhas melalui rapat ini memberikan berbagai masukan strategis sebagai bahan pertimbangan sebelum pengambilan keputusan final terkait pembukaan Program Studi Subspesialis Neonatologi.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen Unhas dalam mengembangkan program pendidikan kedokteran yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan nasional, khususnya dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak.
~irs~